Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

Cuaca Kalbar Akhir Pekan, BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Kabut Tebal

Views
×

Cuaca Kalbar Akhir Pekan, BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Kabut Tebal

Sebarkan artikel ini
Cuaca Kalbar Akhir Pekan, BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Kabut Tebal

Koma.id | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat akan mengalami hujan ringan hingga hujan petir disertai kabut pada Jumat–Sabtu, 2–3 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air dan perubahan cuaca mendadak.

BMKG mencatat suhu udara di provinsi tersebut berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi mencapai 66–99 persen, kondisi yang berpotensi memicu hujan lokal.

Silakan gulirkan ke bawah

Rincian Cuaca 2 Januari 2026

Rincian Cuaca 3 Januari 2026

  • Sambas: Berawan, suhu 23–28°C, kelembapan 75–98%
  • Mempawah & Sanggau: Kabut/asap, suhu 22–28°C, kelembapan 75–99%
  • Sintang: Kabut/asap, suhu 22–28°C, kelembapan 74–99%
  • Kapuas Hulu: Hujan ringan, suhu 22–29°C, kelembapan 67–99%
  • Landak & Melawi: Udara kabur, suhu 22–28°C, kelembapan 76–99%
  • Pontianak & Singkawang: Berawan, suhu 22–28°C, kelembapan 76–99%

 Prakirawan BMKG Miftah Ali menambahkan, awal tahun 2026 ditandai dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Untuk kota-kota besar, BMKG memprediksi hujan petir di Padang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, dan Banjarmasin, serta hujan sedang di Bengkulu, Serang, dan Samarinda.

BMKG juga mengingatkan potensi hujan petir di wilayah timur Indonesia seperti Mamuju, Kupang, dan Merauke, serta hujan sedang di Makassar dan Kendari.

BMKG memantau eks Siklon Tropis Hayley yang dalam 24 jam ke depan diprediksi melemah menjadi tropical low setelah masuk ke daratan Australia. BMKG memastikan fenomena tersebut tidak berdampak langsung terhadap cuaca ekstrem maupun perairan di Indonesia.

Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi, menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, longsor, angin kencang, dan kabut tebal di awal tahun 2026.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.