Koma.id | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat akan mengalami hujan ringan hingga hujan petir disertai kabut pada Jumat–Sabtu, 2–3 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air dan perubahan cuaca mendadak.
BMKG mencatat suhu udara di provinsi tersebut berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi mencapai 66–99 persen, kondisi yang berpotensi memicu hujan lokal.
Rincian Cuaca 2 Januari 2026
- Sambas: Hujan ringan, suhu 23–28°C, kelembapan 78–99%
- Mempawah: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 71–98%
- Sanggau: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 66–99%
- Ketapang: Hujan ringan, suhu 22–29°C, kelembapan 79–99%
- Sintang: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 82–99%
- Kapuas Hulu: Hujan ringan, suhu 23–26°C, kelembapan 91–99%
- Pontianak & Singkawang: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 72–99%
Rincian Cuaca 3 Januari 2026
- Sambas: Berawan, suhu 23–28°C, kelembapan 75–98%
- Mempawah & Sanggau: Kabut/asap, suhu 22–28°C, kelembapan 75–99%
- Sintang: Kabut/asap, suhu 22–28°C, kelembapan 74–99%
- Kapuas Hulu: Hujan ringan, suhu 22–29°C, kelembapan 67–99%
- Landak & Melawi: Udara kabur, suhu 22–28°C, kelembapan 76–99%
- Pontianak & Singkawang: Berawan, suhu 22–28°C, kelembapan 76–99%
Prakirawan BMKG Miftah Ali menambahkan, awal tahun 2026 ditandai dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.
Untuk kota-kota besar, BMKG memprediksi hujan petir di Padang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, dan Banjarmasin, serta hujan sedang di Bengkulu, Serang, dan Samarinda.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan petir di wilayah timur Indonesia seperti Mamuju, Kupang, dan Merauke, serta hujan sedang di Makassar dan Kendari.
BMKG memantau eks Siklon Tropis Hayley yang dalam 24 jam ke depan diprediksi melemah menjadi tropical low setelah masuk ke daratan Australia. BMKG memastikan fenomena tersebut tidak berdampak langsung terhadap cuaca ekstrem maupun perairan di Indonesia.
Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi, menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, longsor, angin kencang, dan kabut tebal di awal tahun 2026.








