Koma.id — Kasus dugaan penipuan massal oleh wedding organizer (WO) milik Ayu Puspita memicu kehebohan publik setelah seorang pengantin mengungkapkan bahwa resepsi pernikahannya berlangsung tanpa layanan katering, meskipun seluruh biaya telah dibayarkan. Unggahan itu viral dan memicu gelombang laporan dari korban lain.
Hingga kini, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 200 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Sutradara Jasper Lance Bongkar Sisi Psikologis Intoleransi dan Bullying Lewat Film Ageman
Ketegangan sempat pecah ketika puluhan korban mendatangi rumah terduga pelaku di Pulogadung, Jakarta Timur, untuk menuntut pertanggungjawaban. Situasi memanas hingga nyaris ricuh, sebelum akhirnya aparat kepolisian mengamankan lokasi dan membawa terduga pelaku.
PPJNA 98: Prabowo, Megawati dan Dasco Dinilai Jadi Simbol Penting Jaga Persatuan Indonesia
Terduga kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara, sesuai dengan lokasi laporan polisi pertama yang masuk.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno G. Sukahar mengonfirmasi bahwa kepolisian telah menerima 87 laporan terkait kasus tersebut. Polisi juga telah memeriksa lima orang dari pihak WO, termasuk pemilik dan beberapa staf.
“Laporannya terus bertambah. Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ujar Onkoseno.
Salah satu korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp87 juta setelah layanan WO tidak sesuai perjanjian pada hari resepsi. Ia menyebut tidak hanya katering yang tak disediakan, tetapi juga sejumlah layanan lain yang dijanjikan tidak muncul.
Polisi masih mendalami alur uang, kontrak layanan, serta kemungkinan adanya modus terencana dalam kasus ini. Jika terbukti, pelaku dapat dijerat pasal penipuan dengan ancaman hukuman pidana.








