Koma.id– Rencana pembangunan markas batalyon di dua wilayah berbeda membuat masyarakat cemas. Di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, petani merica yang mengelola kebun lada di Blok Tanamalia wilayah konsesi tambang PT Vale Indonesia mengaku khawatir setelah mendengar rencana pembangunan Markas Batalyon TNI AD di kawasan tersebut.
Muhammad Risal, perwakilan warga mengaku takut akan tergusur dari lahan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian. Ketidakjelasan mengenai skema ganti rugi atau dispensasi lahan membuat kekhawatiran kian meluas.
Kecemasan serupa juga muncul di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Lekok menggelar istighosah massal untuk menolak rencana pembangunan Batalyon 15 Marinir di kawasan Markas Komando Latihan Tempur Marinir (Makolatmar), Minggu (16/11/2025).
Aksi doa bersama itu menjadi simbol perlawanan sekaligus harapan agar konflik agraria yang telah puluhan tahun terjadi antara warga Lekok Nguling dengan TNI AL segera menemukan jalan damai.







