Koma.id– Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah menghadapi situasi politik yang kurang menguntungkan setelah tidak lagi berada dalam lingkar kekuasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Upayanya merapat ke sejumlah partai politik disebut tersendat, termasuk ke Partai Gerindra, yang belakangan menunjukkan penolakan dari tingkat daerah.
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi penolakan sejumlah kader dan pengurus daerah terhadap rencana bergabungnya Budi Arie. Ia menilai dinamika tersebut adalah hal yang wajar dalam politik dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Menanggapi penolakan tersebut, Budi Arie menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan sikap kader Gerindra. Baginya penolakan itu merupakan hak setiap kader dan bagian dari aspirasi internal partai, sehingga tidak perlu ia respons secara berlebihan.
Di sisi lain, Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai sikap Gerindra, ditambah dengan kecenderungan serupa di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menunjukkan bahwa ruang politik bagi Budi Arie semakin mengecil pasca berakhirnya pemerintahan Jokowi.







