Koma.id– Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani dan mengungkap kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Menurutnya, respons sigap aparat menjadi kunci untuk mencegah munculnya informasi simpang siur di tengah masyarakat.
“Ya pertama, tentu saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Polri yang bergerak cepat cermat menangani insiden ledakan di SMAN 72 di Jakarta ini. Langkah cepat dalam mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti, dan mengidentifikasi terduga pelaku menunjukkan bahwa sistem respons kita berjalan dengan baik,” ujar Rano kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Kepercayaan Publik ke Polri Melonjak 82,4 Persen, Reformasi Kapolri Dinilai Berbuah Manis
Ia meyakini sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian terkait penetapan seorang siswa sebagai terduga pelaku. Namun, ia menekankan pentingnya pengusutan mendalam terhadap motif dan latar belakang pelaku agar menjadi dasar bagi langkah pencegahan di masa mendatang.
“Terkait penetapan seorang siswa sebagai terduga pelaku, tentu kita serahkan sepenuhnya pada proses penyidikan. Namun yang jauh lebih penting adalah mengusut tuntas motif, latar belakang, dan dari mana pengetahuan maupun bahan peledak itu diperoleh. Jadi kita lihat juga itu ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’-nya. Hasil penyelidikan itu nanti bisa menjadi dasar untuk langkah pencegahan yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Rano juga menyoroti fakta bahwa terduga pelaku merakit sendiri bom yang menyebabkan ledakan tersebut. Ia menilai hal ini menjadi sinyal bahwa akses informasi berbahaya kini semakin mudah diakses oleh masyarakat, termasuk oleh pelajar.
Untuk itu, penting bagi seluruh pihak guru, orang tua, aparat, dan pemerintah untuk memperkuat deteksi dini dan pengawasan di kalangan pelajar.
“Anak-anak harus punya ruang aman, dan semua pihak baik guru, orang tua, aparat, dan pemerintah perlu memperkuat deteksi dini agar kejadian serupa tidak terulang,” lanjutnya.







