Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

Jenazah Raja Pakubuwono XIII Tiba di Keraton Surakarta, Prosesi Pemakaman Disiapkan

Views
×

Jenazah Raja Pakubuwono XIII Tiba di Keraton Surakarta, Prosesi Pemakaman Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Jenazah Raja Pakubuwono XIII Tiba di Keraton Surakarta, Prosesi Pemakaman Disiapkan

Koma.id, Solo – Jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, tiba di Keraton Surakarta pada Minggu (02/11) pagi, usai wafat di Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, pukul 07.30 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan iring-iringan jenazah tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Rombongan dikawal mobil patwal, dua ambulans, dan kendaraan keluarga. Jenazah PB XIII dibawa menggunakan ambulans Toyota Alphard bernomor polisi AD-1206-FK dan langsung masuk melalui pintu sentral Kamandungan.

Silakan gulirkan ke bawah

Tangis haru menyambut kedatangan jenazah di dalam keraton. Keluarga dan kerabat telah menanti untuk prosesi penyucian jenazah sebelum disemayamkan di Masjid Pujosono, kompleks keraton, yang akan dibuka untuk umum mulai Senin (03/11) pukul 06.00 WIB.

Adik almarhum, KGPH Puger, menyampaikan bahwa pemakaman akan dilaksanakan di Astana Raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Jenazah Raja Pakubuwono XIII Tiba di Keraton Surakarta
Jenazah Raja Pakubuwono XIII Tiba di Keraton Surakarta

“Biasanya menunggu pejabat yang akan melayat, maksimal tiga hari. Dimakamkan di Imogiri,” ujarnya.

Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), memastikan seluruh tata upacara adat telah disusun sesuai pakem Sasonopustoko. Karena makam khusus PB XIII belum selesai, jenazah akan dimakamkan sementara di Kompleks Astana Probo Suyoso, bersebelahan dengan makam PB XII dan GPH Haryo Mataram.

Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung Rabu (05/11) pukul 08.00 WIB. Jenazah akan dikirab dari Keraton Surakarta menuju Loji Gandrung, lalu diberangkatkan ke Imogiri menggunakan kendaraan jenazah. Rute kirab akan melewati bangsal magangan, alun-alun selatan, pelengkung gading, dan Jalan Slamet Riyadi.

Kereta jenazah tradisional yang akan digunakan telah dikeluarkan dari penyimpanan dan dibersihkan. Kereta akan ditarik oleh enam hingga delapan ekor kuda dan diiringi prajurit serta kerabat keraton.

PB XIII wafat dalam usia 77 tahun setelah menjalani perawatan sejak September akibat komplikasi penyakit, termasuk diabetes dan gangguan jantung. Sebelum wafat, beliau sempat mengikuti upacara adat Adang Tahun Dal dan Kembul Bujana di Keraton Surakarta.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.