Koma.id– Pemerintah diminta segera mengumumkan nama-nama personel dalam tim Komite Reformasi Polri yang hingga kini belum juga dipublikasikan. Desakan itu datang dari eks Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bidang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan, Jaleswari Pramodhawardhani.
Tim reformasi Polri sebelumnya direncanakan akan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons atas gelombang demonstrasi nasional pada 25–31 Agustus lalu. Dalam rangkaian aksi tersebut, sedikitnya sepuluh orang dilaporkan tewas, termasuk seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob.
Jaleswari, yang kini memimpin lembaga think tank Laboratorium 45, menyayangkan lambannya langkah pemerintah dalam menindaklanjuti komitmen pembentukan komite tersebut. Ia menilai, reformasi Polri harus segera dimulai agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tidak semakin tergerus.
Sementara itu, Direktur Lingkar Studi Data dan Informasi (LSDI), Lukman Hakim atau yang akrab disapa Lukman Jalu, menilai bahwa pembenahan Polri tidak bisa hanya mengandalkan komite eksternal. Menurutnya, reformasi sejati harus dimulai dari dalam tubuh kepolisian itu sendiri terutama dalam hal moralitas dan integritas sumber daya manusianya.







