Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menyatakan jelang satu tahun kepemimpinan Prabowo dan Gibran pada 20 Oktober 2025, pemerintahan sudah berjalan baik untuk menjaga stabilitas politik, tapi masih belum cukup untuk bisa akomodir kepentingan rakyat keseluruhan yang menuntut perbaikan kesejahteraan ekonomi dan keadilan sosial. Suara masyarakat menengah dan bawah harus menjadi perhatian khusus pemerintah agar kejadiaan kerusuhan di bulan Agustus lalu tidak sampai terulang lagi, jadikan masyarakat kawan bukan lawan yang di politisasi.
Bagaimana agar gerakan kritik masyarakat tak ditunggangi, bangun komunikasi yang baik dengan penyelenggara negara, misalnya dengan BIN, Bais, Polri dan lembaga ini bisa dibangun hubungan baik dengan masyarakat. Pertanyaannya sejauh mana kepentingan antara rakyat dengan lembaga atau lembaga dengan rakyat? lalu bagaimana mereka lembaga ini mengelola informasi yang mereka dapat dari rakyat dengan dibuat sebuah lembaga khusus atau badan setingkat kementerian untuk menampung aspirasi masyarakat.
Tidak bisa kita bebankan ke wakil rakyat, karena ada batasan soal fungsi. apalagi ketika DPR tidak memfungsikan tugasnya dengan baik. jadi eksekutif perlu punya lembaga khusus untuk menyerap aspirasi.
TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi MBG
Polri melakukan pendekatan pada kelompok masyarakat yang kritis dan punya aspirasi, jadi ketika ada upaya gerakan-gerakan maka polri bisa mengakomodir dan memfasilitasi suara rakyat. Polri bisa menjadi jembatan misalnya kepada para pimpinan DPR, mereka menganalisa bagaimana gerakan ini dan aspirasi ini bisa diakomodir, jangan sampai masyarakat saat sudah mau bergerak baru ketemu di lapangan, jadi tidak ada komunikasi dan pendekatan.
Bukti bahwa pemerintah sudah melakukan penyerapan aspirasi masyarakat?
Sebagai teman yang baik harus mau berbicara apa adanya, walaupun pahit dan bisa berdampak marah dan benci. Selama untuk kebaikan.
Kutipan di media sosial belum tentu sebenarnya. makanya jangan buat narasi yang tidak sebenarnya sehingga menjadi persoalan bagi pemerintah dalam tata kelola negara. misalnya soal pencabutan KTA wartawati media karena bertanya soal MBG, ini kan jadi persoalan.
Bukan hanya Presiden, tapi para pembantunya, bagaimana mereka mendengar aspirasi dan informasi dari masyarakat. Jangan sampai nanti seperti anak yang masih perlu buku dan pensil tapi kita sudah kasih smarphone. Ketika rakyat menyampaikan ingin harga kebutuhan pokok stabil tapi pemerintah malah memikirkan hal lain yang hanya untuk kepentingan elite.
Maka dari itu Presiden perlu cari informasi sendiri tanpa melibatkan orang di sekelilingnya agar tahu kondisi sebenarnya di kalangan rakyatnya saat ini.
Bagaimana menjaga gerakan yang bermartabat dan terhormat?
Jangan jadi aktivis alat pemerintah dan jangan mau dibeli oleh pemerintah. mereka harus benar-benar menjaga martabat sebagai aktivis dan tetap menjaga posisi yang terhormat. Banyak jiwa dan nyawa serta kepentingan yang kita perjuangkan hak-hak rakyat miskin, janda susah dan anak terlantar.
Saya kemarin itu coba melihat di grup ataupun di medsos, saya berikan catatan pada pemerintah ini, mereka bilang kepada saya untuk melihat apa saja yang sudah dilakukan pemerintah, saya merenung apa saja yang dilakukan pemerintahan Pak Prabowo, memang sudah ada yang dilakukan tapi belum sampai pada mengakomidir kepentingan rakyat, ujar Fernando saat menjawab pertanyaan di sesi podcast koma.id pada Senin,(13/10).
Marilah serius membangun bangsa negara ini, jangan sampai 2045 untuk angan bersama jadi Indonesia emas. Jangan sampai Indonesia bubar. Pak Prabowo serius lah memimpin Indonesia ini, sungguh-sungguh laksanakan janji-janji politiknya secara serius, misal soal MBG apakah benar untuk kepentingan rakyat atau untuk mengakomodir orang-orang dekatnya saja? sampai ada banyak anak keracunan karena bisa jadi program ini tidak dijalankan dengan kompetensi, kekayaan alam harus benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia sesuai amanat UU dan Pancasila, ujar Fernando.
Maka pemerintahan Prabowo harus terus lakukan penataan, yang baik dilanjutkan, kalau ada yang kurang ya diperbaiki. seperti MBG dikelola dengan kompetensi dan profesionalisme bukan karena kedekatan personal.







