Koma.id– Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh terus menuai respons dari berbagai kalangan. Pengamat politik Rocky Gerung ikut angkat bicara menyebut proyek tersebut sepenuhnya milik China, sementara Indonesia hanya berperan sebagai pembeli.
Rocky menilai pembangunan kereta cepat merupakan proyek ambisius Presiden Joko Widodo yang digarap menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga menyinggung, ramainya penumpang Whoosh secara tidak langsung membantu pemerintah membayar utang ke China.
Menanggapi isu tersebut, Istana memastikan pemerintah tidak akan menggunakan APBN untuk menutup utang proyek kereta cepat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan alternatif agar tidak membebani keuangan negara.
Sementara itu, peneliti media dan politik Buni Yani menilai keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan APBN untuk menanggung utang proyek Whoosh sudah sangat tepat.








