Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Prabowo Minta BIN dan BNPT Turun Tangan Tangani Polemik Teror Bom Sekolah Internasional

Views
×

Prabowo Minta BIN dan BNPT Turun Tangan Tangani Polemik Teror Bom Sekolah Internasional

Sebarkan artikel ini
Prabowo Minta BIN dan BNPT Turun Tangan Tangani Polemik Teror Bom Sekolah Internasional

Koma.id Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menindaklanjuti ancaman bom yang menyasar sejumlah sekolah swasta internasional di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.

“Pasti, dan sudah (memberikan arahan). Tapi kan tidak perlu kita sampaikan,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo dikutip.

Silakan gulirkan ke bawah

Prasetyo menegaskan bahwa aparat keamanan telah melakukan pengecekan lapangan terhadap laporan ancaman bom tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan adanya bahan peledak atau indikasi ancaman nyata di lokasi yang dimaksud.

“Ya tentunya kan kemudian atensi itu dalam bentuk adalah kita melakukan pengecekan ya ke lapangan. Dan Ternyata dari hasil pengecekan kan itu tidak ditemukan,” katanya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Serta meminta seluruh elemen bangsa untuk fokus membangun negara daripada terprovokasi oleh isu-isu yang menimbulkan keresahan publik.

“Bapak Presiden ingin kita bangun sebagai sebuah bangsa Bahwa ada pekerjaan rumah yang jauh lebih penting daripada sekedar kita, Mohon maaf orang-orang yang tidak bertanggung jawab melempar isu Atau memberikan informasi yang meresahkan seperti itu,” katanya.

Diketahui, tiga sekolah internasional menjadi sasaran ancaman bom melalui pesan elektronik dari nomor berkode internasional +234 asal Nigeria. Ketiga sekolah tersebut adalah Jakarta Nanyang School di Kabupaten Tangerang, Mentari Intercultural School di Tangerang Selatan, dan North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ancaman yang disertai permintaan uang tebusan sebesar 30.000 dolar AS itu belakangan dipastikan sebagai hoaks.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.