Koma.id — Suasana politik dan kemanusiaan kembali memanas menjelang aksi besar yang digelar oleh jaringan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Jabodetabek. Mereka menyerukan mobilisasi massa bertajuk “Indonesia Lawan Kezaliman – Dua Tahun Genosida Palestina”, yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 05.30 WIB di kawasan Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat.
Seruan aksi ini disebarkan luas melalui berbagai kanal media sosial dengan nada tegas dan penuh semangat perlawanan. Dalam selebaran yang beredar, LDK menegaskan bahwa dua tahun serangan brutal terhadap rakyat Palestina adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa lagi didiamkan.
“Dua tahun sudah bumi Palestina terus dibombardir. Bukan hanya tanah mereka yang dijajah, tapi juga suara-suara yang membela kebenaran dibungkam tanpa ampun. Kini saatnya kita bersatu, meneguhkan sikap dan menguatkan aksi,” tulis seruan tersebut.
Aksi ini akan mengusung tema kemanusiaan dan solidaritas global, dengan mengajak seluruh peserta mengenakan atribut Palestina serta membawa hanya bendera Indonesia dan Palestina sebagai simbol persatuan dalam melawan kezaliman.
Koordinator lapangan dari jaringan FSLDK Jadebek (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Jakarta, Depok, Bekasi) menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi protes, melainkan juga bentuk dakwah sosial untuk menggugah nurani publik.
“Kita hadir bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk menegakkan keadilan dan kemanusiaan. LDK tidak akan diam melihat genosida berlangsung di depan mata dunia,” ujarnya.
Aksi ini juga membawa pesan moral bagi generasi muda agar tidak apatis terhadap isu kemanusiaan global. Melalui tagar #IndonesiaLawanGenosida, #FreePalestine, dan #PalestinaMerdeka, mereka mengajak masyarakat luas untuk bersuara di ruang publik dan media sosial.
Pesan terakhir dalam selebaran itu menggema kuat:
“Jangan panik, organisir! Untuk Palestina, untuk kemanusiaan, untuk tegaknya keadilan di muka bumi.”
Ribuan peserta dari berbagai kampus di Jabodetabek diperkirakan akan hadir dalam aksi damai ini. Aparat keamanan pun bersiap melakukan pengamanan di sekitar kawasan Monas guna memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Aksi “Indonesia Lawan Genosida” ini menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap Palestina masih menyala di hati anak muda Indonesia — bahwa seruan kemanusiaan tak pernah padam, bahkan di tengah hiruk pikuk politik dalam negeri.














