Koma.id, Jakarta – Penangkapan WFT di Minahasa sebagai sosok Bjorka menimbulkan gelombang keraguan. Pakar keamanan siber menilai, WFT hanya “penumpang gelap” yang gemar repost, bukan hacker ulung Bjorka.
Pratama Persadha dari CISSReC menegaskan operasi Bjorka terlalu kompleks untuk dilakukan WFT.
Senada, Teguh Aprianto menyebut “Yang ditangkap itu cuma akun repost, bukan Bjorka asli.”
Netizen pun ramai-ramai menyebut kasus ini hanya “pengalihan isu” dan bukti aparat salah target.







