Koma.id– Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Pati memberikan apresiasi atas langkah pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa pada 13 Agustus 2025 lalu. Mereka menegaskan, kehadiran polisi bukan sebagai musuh, melainkan untuk menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati, Ahmad Manhajussidad Shonhaji, menilai peran kepolisian sangat penting saat aksi tersebut, mengingat adanya kerusuhan yang berpotensi membahayakan warga.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Yang dilakukan Polri betul-betul pelindung masyarakat, pengayom masyarakat. Jangan sampai menganggap Polri musuh masyarakat,” kata Ahmad usai menjenguk korban rusuh unjuk rasa, RSUD Soewondo, Jumat (15/8/2025).
Senada, Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, mengecam pihak-pihak yang memicu kericuhan dalam aksi tersebut. Ia mengingatkan agar kepolisian tidak dijadikan sasaran dalam unjuk rasa.
“Polisi sebagai pengayom dan sahabat masyarakat ini bukan musuh masyarakat. Beliau-beliau bertugas mengamankan negara. Jangan sampai anggota Polri justru jadi korban dan sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Pati, Muhammad Luqman, berharap peristiwa 13 Agustus bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dan pemerintah.
“Insyaallah peristiwa apapun ada berkah dan hikmah dan pelajaran yang bisa kita gali lebih dalam,” kata Luqman.







