Koma.id | Solo – Proyek Jalan Tol Jogja–Solo yang digagas PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menunjukkan geliat positif menjelang target operasional pada tahun 2026. Segmen Prambanan – Purwomartani yang menjadi bagian penting dari jalur strategis ini dilaporkan telah mencapai progres konstruksi sebesar 78,90%, sementara pembebasan lahan hampir rampung 100%.
Direktur Utama JSMR, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan optimismenya terhadap proyek tersebut. Dalam keterangan resmi, ia menekankan bahwa konektivitas yang terbangun di koridor tol ini tidak hanya soal infrastruktur, melainkan peluang besar bagi sektor logistik, industri kreatif, dan pariwisata lokal.
“Harapan kami, pada tahun 2026 proyek jalan tol Jogja–Solo sudah dapat digunakan oleh masyarakat sampai dengan Gerbang Tol Kalasan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, turut memastikan bahwa pengawasan terhadap timeline konstruksi terus dilakukan secara intensif. Langkah ini diyakini akan menjaga kualitas dan kelancaran proyek menuju penyelesaian yang tepat waktu.
Sementara Segmen Klaten – Prambanan sudah mulai beroperasi sejak awal Juli 2025, masyarakat masih menunggu penetapan tarif resmi dari pemerintah. Operasi sementara tanpa tarif menjadi angin segar bagi pengguna yang mengakses jalur tersebut dalam masa transisi ini.
Selain Jogja–Solo, pengembangan Jalan Tol Jogja–Bawen juga berlangsung stabil. Seksi 6 yang membentang dari Simpang Susun Ambarawa hingga SS Bawen tercatat telah mencapai progres 75,47% dan ditargetkan dapat digunakan pada tahun 2026.
Secara keseluruhan, proyek-proyek ini mencerminkan upaya konsisten dalam membangun konektivitas lintas wilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses baru untuk potensi ekonomi dan budaya lokal.
Tahun 2026 tampaknya menjadi tahun penting dalam lanskap transportasi darat Indonesia dengan harapan, masyarakat bisa segera menikmati hasil nyata dari transformasi infrastruktur yang tengah digagas.









