Koma.id– Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menanggapi pemecatan Beathor Suryadi dari jabatan tenaga ahli pimpinan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) usai secara terbuka membongkar asal-usul ijazah Presiden Joko Widodo.
Menurut Muslim, langkah pemecatan terhadap politikus PDIP itu justru semakin menguatkan dugaan adanya kejanggalan pada ijazah Jokowi yang sebelumnya diklaim Beathor berasal dari Pasar Pojok Pramuka.
Di sisi lain, analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai belum memberikan klarifikasi tegas terkait polemik ini. Menurutnya, sikap diam UGM justru berpotensi merusak reputasi kampus tersebut sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi ternama di Indonesia.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian polemik ini secara terbuka agar tidak terus menjadi bola panas yang memicu spekulasi liar di masyarakat.







