Koma.id– Insiden yang menimpa para pekerja tambang di Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, memicu pesan kritis dari berbagai pihak. Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang, menilai kecelakaan fatal tersebut membuka kembali persoalan lama terkait lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen pertambangan di wilayah Jawa Barat.
Insiden ini dianggap sebagai cerminan kelalaian sistemik yang terus berulang dan belum mendapatkan penanganan serius.
Dalam pandangannya, dokumen-dokumen perizinan seperti AMDAL, RKL, dan RPL seharusnya menjadi pedoman wajib dalam aktivitas operasional tambang, bukan sekadar formalitas yang disimpan di meja.
Ia menilai kecenderungan penggunaan dokumen hanya sebagai pelengkap menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang terus berulang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas mengkritik Perum Perhutani yang dianggap telah menyalahgunakan fungsi lahan hutan dengan menyewakannya untuk pertambangan.
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Perubahan Iklim: Bentuk Bumi Berangsur Menjadi Lebih Bulat
Saat mengunjungi lokasi bencana, Dedi menyatakan bahwa longsor ini merupakan konsekuensi dari kebijakan yang menyimpang dari mandat awal lembaga tersebut.








