Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Solusi Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Views
×

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Solusi Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Solusi Kurangi Kesenjangan Ekonomi
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memberikan sambutan di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), Jakarta, Senin (26/5). (Foto/Istimewa)

Koma.id Selama ini keberadaan koperasi sudah lama terpinggirkan dari praktek ekonomi Indonesia. Dari outstanding kredit perbankan sebesar Rp 7.000 triliun, hanya 0,2 persen untuk koperasi atau sebesar Rp 15 triliun.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih merupakan salah satu upaya mengurangi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan menghilangkan kemiskinan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Koperasi adalah alat perjuangan rakyat untuk mencapai tujuan mulia. Yakni, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perubahan positif dalam perekonomian Indonesia yang lebih progresif dan berkeadilan,” kata Menkop Budi di Jakarta, Selasa (27/5).

Menkop menegaskan, koperasi adalah wujud ideologi ekonomi negara yang harus terus diperkuat dan menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam memajukan kesejahteraan dan keadilan sosial yang lebih substantif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia mengatakan, melalui dukung berbagai pihak strategis termasuk Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dapat memainkan peran yang sangat vital dalam mengawal dan melaksanakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Sejarah panjang koperasi yang terpinggirkan dalam ekonomi Indonesia, menjadi latar belakang penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan gerakan koperasi ini,” ujar Menkop.

Ia menegaskan, ketidakseimbangan ini menjadi sorotan penting yang perlu diselesaikan melalui upaya bersama, dengan membangun dan memperkuat gerakan koperasi.

“Kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan perubahan yang nyata dalam masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.