Koma.id | Malinau, Kaltara – Gemuruh baling-baling pesawat kecil memecah keheningan pagi di perbatasan Kalimantan Utara. Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, tiba di Long Nawang, Kabupaten Malinau, dengan penerbangan khusus yang menembus hamparan pegunungan Kayan. Setibanya di landasan, ia disambut langsung oleh pejabat setempat, menandai awal kunjungan yang penuh makna bagi masyarakat perbatasan.
Perjalanan menuju PLBN Long Nawang tidaklah mudah. Jalur dari Long Ampung hingga Long Nawang memperlihatkan tantangan infrastruktur yang nyata—akses jalan yang terbatas, medan yang sulit, dan kebutuhan akan perbaikan konektivitas yang mendesak. Namun, di balik itu semua, ada harapan besar dari masyarakat perbatasan yang menunggu perubahan.
Setelah tiba di PLBN, Komjen Pol. Makhruzi menggelar diskusi hangat bersama tokoh adat serta perwakilan masyarakat asli Kayan Hulu dan Kayan Selatan. Suasana penuh keakraban mengiringi pertemuan tersebut, namun aspirasi yang disampaikan begitu serius: akses jalan yang masih minim, jaringan listrik yang belum menjangkau seluruh wilayah, serta kebutuhan internet yang semakin mendesak.
BACA JUGA : BNPP RI Tinjau Perbatasan Kaltara
“Kami berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di perbatasan Kalimantan Utara, termasuk akses jalan yang menjadi kendala utama bagi masyarakat di wilayah ini,” ujar Komjen Pol. Makhruzi.
Tak hanya soal jalan, kebutuhan akan listrik dan jaringan internet juga menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa konektivitas bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga faktor penting dalam meningkatkan pendidikan dan perekonomian masyarakat perbatasan.

Kunjungan ini bukan sekadar tinjauan biasa, melainkan langkah konkret untuk memahami langsung kondisi masyarakat dan merancang solusi strategis. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di perbatasan
Dengan adanya komitmen kuat dari BNPP RI, diharapkan perbatasan Kalimantan Utara dapat terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia di beranda depan negara.








