Koma.id– Pusaran dugaan keterlibatan tokoh-tokoh Indonesia dalam jaringan judi online internasional kembali menghangat, setelah laporan investigasi Majalah Tempo menyebutkan sejumlah nama besar, termasuk politisi Sufmi Dasco Ahmad. Namun hingga kini, laporan itu justru memunculkan lebih banyak tanya ketimbang jawaban pasti.
Tak hanya itu, laporan tersebut kini mendapat penguatan narasi dari media internasional seperti BBC, yang mengangkat pandangan akademisi hukum. Guru Besar Hukum Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting, secara umum menyatakan bahwa menangkap “pelaku kelas kakap” dalam kasus judi online memang menantang. Tapi bukan berarti tak bisa, apalagi jika penegak hukum memiliki kemauan dan alat bukti.
Pemerhati sosial-politik Adian Radiatus menilai, tidak berkembangnya isu ini menjadi skandal besar karena rekam jejak Dasco yang selama ini dikenal sebagai politisi yang disiplin dan berfokus pada tugas-tugas politik ketimbang urusan pribadi yang berbau sensasi.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham juga menyesalkan praktik budaya politik saat ini yang kerap menyudutkan tokoh-tokoh potensial melalui rumor dan tuduhan yang belum terbukti.
Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani menyatakan keraguannya atas dugaan keterlibatan Dasco. Menurutnya, narasi itu terkesan politis dan menjurus ke arah pembunuhan karakter.







