Koma.id | Medan – Kenaikan pajak ekspor sebesar 30 persen yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kekhawatiran di kalangan industri, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor. Menanggapi situasi ini, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto secara langsung meninjau aktivitas industri di Kawasan Industri Medan (KIM), Deli Serdang, Sumatera Utara, pada masa pasca-libur Idulfitri 1446 H. Langkah ini menunjukkan kepedulian aparat terhadap kelangsungan ekonomi lokal sekaligus memastikan perlindungan bagi tenaga kerja.
Peninjauan dilakukan di PT Permata Hijau Palm Oleo, salah satu perusahaan strategis yang menyumbang 15 persen hasil produksinya untuk pasar Amerika Serikat. Irjen Pol. Whisnu menyampaikan bahwa kenaikan pajak ekspor ini harus diatasi secara bijak oleh perusahaan agar dampaknya tidak berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerja.
“Saya meminta pihak manajemen untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait kebijakan Amerika Serikat. Dengan komunikasi yang baik, kita harapkan produksi tetap berjalan sehingga tidak terjadi PHK,” ungkap Kapolda. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut siap mengawal agar kawasan industri tetap aman dan kondusif.
Direksi PT Permata Hijau Palm Oleo, Toto Candra, mengakui bahwa kebijakan Amerika Serikat berdampak signifikan terhadap industri ekspor. Namun, ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah demi mengatasi gejolak ekonomi global agar tidak berujung pada PHK massal. “Kami akan mencari solusi terbaik bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas tenaga kerja,” ujarnya.
Kunjungan Kapolda Sumut ke kawasan industri ini tidak hanya bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan proses produksi, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung roda ekonomi agar tetap bergerak di tengah tantangan global. Irjen Pol. Whisnu melihat langsung kondisi pekerja dan manajemen pasca-libur Lebaran, sekaligus memberikan dorongan moral kepada perusahaan.
Dengan lebih dari 800 tenaga kerja yang menggantungkan kehidupannya pada PT Permata Hijau Palm Oleo, kunjungan ini menjadi simbol penting untuk menjaga kestabilan ketenagakerjaan dan keberlangsungan industri di Sumatera Utara. Situasi global yang penuh tantangan direspons dengan langkah nyata oleh Kapolda Sumut, menunjukkan sinergi antara aparat dan pelaku industri dalam menghadapi dampak ekonomi global.
Kehadiran aparat kepolisian di kawasan industri ini menjadi bukti bahwa negara tidak hanya hadir dalam pengamanan, tetapi juga dalam memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakatnya. Roda ekonomi Sumatera Utara terus didorong untuk bergerak, menjamin kelangsungan hidup tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan industri di tengah krisis global yang melanda.








