Koma.id– Isu perombakan kabinet atau reshuffle dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menguat usai perayaan Idulfitri 1446 Hijriah.
Dorongan terhadap reshuffle ini dinilai semakin relevan di tengah berbagai tekanan ekonomi dan politik yang dihadapi pemerintah.
Brigadir Rizka Divonis 10 Tahun Penjara
Pengamat politik menilai, terdapat tiga parameter utama yang mendesak Presiden untuk segera mengambil langkah perombakan kabinet.
Pertama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus membengkak. Kedua, melemahnya penerimaan negara dari sektor perpajakan.
Ketiga, penurunan signifikan pada produktivitas sektor riil yang menjadi indikator melemahnya kekuatan ekonomi domestik.
Sementara itu, politikus PDIP Guntur Romli menekankan berdasarkan survei kepuasan publik, terdapat sejumlah nama yang dinilai gagal menjalankan program kerja dan bahkan membuat kesalahan komunikasi yang berdampak negatif terhadap citra pemerintahan.
Salah satunya, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi yang dianggap kerap membuat blunder dalam menjalankan tugasnya.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi juga menantang Presiden Prabowo untuk reshuffle terhadap menteri Kabinet Merah Putih yang merupakan loyalis Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.







