Koma.id– Hati siapa yang tak remuk ketika sosok yang paling dicintai pergi untuk selamanya dengan cara yang begitu tragis? Itulah yang dirasakan Salsabila alias Bila, putri Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, seorang polisi yang gugur tertembak oleh anggota TNI yang juga sebagai pengendali perjudian sabung ayam. Dalam penggerebekan di Way Kanan, Lampung, Lusiyanto tewas sebagai penegak hukum yang berusaha tengah menumpas kejahatan.
Bila, dalam deraian air mata, mengungkapkan kerinduan yang mendalam kepada sang ayah. “Papa, Bila tahu Papa lihat Bila dari atas sana. Kan Papa jagain Bila? Bila yakin Papa pasti bisa jagain Bila,” ucapnya dalam kesedihan.
Sebagai seorang anak, Bila harus menelan kenyataan pahit bahwa sosok pelindungnya telah tiada dengan cara yang begitu menyayat hati. Setahun tak berjumpa, dan ketika akhirnya ia kembali, yang ditemuinya bukan lagi sosok ayah yang hangat, melainkan tubuh yang telah kaku dengan wajah bersih, bercahaya, dan senyuman yang masih tersisa.
“Satu tahun Bila nggak ketemu Papa. Kenapa saat kita ketemu lagi, Papa malah pergi ninggalin Bila? Setahun Bila nggak bisa peluk dan cium Papa. Tapi kemarin, saat Bila pulang, yang Bila peluk hanyalah tubuh Papa yang sudah kaku,” lirihnya, tak kuasa menahan rindu yang kini tak mungkin lagi terobati.
Duka yang mendalam semakin menusuk hati Bila saat mengingat janji-janji sang ayah yang kini tak lagi bisa ditepati. Pasalnya almarhum berjanji akan hadir dalam momen penting dalam hidup Bila di hari wisudanya bulan Mei nanti.
“Papa juga janji mau datang wisuda bila di bulan Mei kata Papa iya sayang papa usahain ya. Kita nabung dulu biar bisa ke wisuda Bila dan kita jalan-jalan di sana,” ujar Bila, mengenang janji yang kini tinggal kenangan.
Di balik derai air mata, tersimpan tekad yang membara. Bila tak hanya meratapi kepergian ayahnya, tetapi juga berjanji akan mencari keadilan.
“Bila nggak akan gentar dan nggak akan takut untuk melawan mereka yang sudah berbuat kejam seperti ini ke Papa karena bila harus mengenakan keadilan untuk papa,” kata Bila.
Dalam keyakinannya, Bila percaya bahwa Allah Maha Besar dan kebenaran akan terungkap. Ia tak peduli seberapa kuat pihak yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. “Mereka mungkin punya kekuatan besar, tapi Bila yakin Allah lebih besar dan akan menunjukkan keadilannya,” ujarnya penuh harap.
Di tengah luka yang mendalam, Bila memilih untuk bangkit. Dari seorang putri yang kehilangan ayahnya, kini ia menjadi suara yang menuntut keadilan. Baginya, tak ada yang lebih penting selain memastikan bahwa nyawa ayahnya tidak hilang sia-sia dan bahwa hukum tetap tegak berdiri di negeri ini.
Bagi Bila, kepergian sang ayah memang telah digariskan takdir, tetapi perjuangannya untuk mengungkap kebenaran bakal terus ia suarakan.







