Koma.id– Serangkaian kasus yang menyebabkan nyawa manusia melayang di moncong senjata oknum aparat TNI terus terjadi belakangan ini. Sebelumnya, saat memasuki tahun baru, publik dikejutkan dengan insiden di rest area Tol Tangerang-Merak, Kamis (2/1/2025), di mana tiga oknum anggota TNI AL secara bringas menembak mati pemilik rental mobil, Bernama Ilyas Abdurrahman. Peristiwa ini bermula dari dugaan penggelapan mobil rental yang berujung pada aksi brutal para pelaku.
Belum juga selesai peradilan bagi para pelaku, kini tragedi terbaru terjadi lagi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3/2025). Penggerebekan judi sabung ayam oleh tim gabungan Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin berakhir tragis setelah tiga anggota polisi tertembak, salah satunya adalah Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto. Dua korban lainnya, Bripka Petrus dan Bripda Ghalib, mengalami luka tembak serius.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Ironisnya, lokasi perjudian tersebut diduga milik oknum TNI, sehingga pelaku, yang diduga kuat adalah Kopka Basar dan Peltu Lubis, disebut-sebut sebagai pemilik arena judi sabung ayam yang melakukan aksi brutal tanpa ampun begitu aparat kepolisian turun dari mobil.
Tak ada peringatan, tak ada kompromi. Begitu pintu mobil para korban terbuka, peluru langsung diberondong ke arah Kapolsek dan dua anggotanya sehingga terkapar bersimbah darah lantaran enggan bisnis perjudian ilegal mereka digeledah
Sementara itu, Kopka Basar, anggota TNI yang diduga menembak mati tiga anggota kepolisian di Lampung saat penggerebekan judi sabung ayam, akhirnya ditangkap di kediamannya. Namun, meski jelas-jelas telah menghabisi nyawa manusia, momen penangkapannya yang didampingi Polisi Militer justru memicu kemarahan publik.
Ironisnya, dalam video yang beredar, Kopka Basar tampak santai, bahkan petantang-petenteng seolah tanpa beban. Lebih mencengangkan lagi, bukannya dikawal dengan ketat, ia justru mendapat pelukan ramah dari sesama anggota TNI.
Pemandangan ini pun langsung menuai kritik tajam.
“Pembunuhnya malah dipeluk! Masih ada saja yang senyum bangga dan memeluk sang pembunuh itu. Coba kalau warga biasa tersangkanya, yakin nggak bakal babak belur? Ini malah dipeluk, berarti nyawa orang lain bagaimana nilainya?” tulis warganet dengan nada geram.
Tak hanya soal perlakuan saat ditangkap, publik juga dibuat terkejut dengan gaya hidup tersangka. Rumah Kopka Basar disebut jauh lebih mewah dibandingkan rumah anggota TNI berpangkat sama pada umumnya.
“Rumahnya mewah. Megah kali rumahnya,” timpal netizen lainnya.







