Koma.id, Bekasi – Banjir yang melanda wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, semakin meluas. Tidak hanya pemukiman warga di perumahan, banjir akibat luapan Kali Bekasi juga menerjang perkampungan yang ada di Kota Bekasi pada Selasa siang. Akibatnya, ribuan rumah warga di Bekasi Timur dan Bekasi Utara terendam banjir hingga mencapai dua meter.
Luapan Kali Bekasi ini disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi serta kiriman air dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sementara itu, seekor kucing yang baru melahirkan terjebak banjir, sehingga pemiliknya langsung mengevakuasi kucing dan kedua anaknya.
Raih 248 Suara Ni’matul Hanik Terpilih Ketua Muslimat Jepara 2026-2031; Fokus Pembenahan Organisasi.
“Makin lama makin tinggi, sudah sekitar sepinggang. Makanya kita ngungsi bawa kucing, kebetulan habis lahiran,” ujar Eka, warga pemilik kucing.Selasa (04/03/25).
Dalam pantauan udara terlihat luapan aliran Kali Bekasi di Kampung Teluk Buyung, Bekasi Utara dan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang terendam banjir pada Selasa siang.
Luapan Kali Bekasi yang cukup deras ini membuat ribuan rumah yang ada di dua kecamatan tersebut terendam banjir hingga mencapai dua meter.
Warga sekitar mengatakan bahwa ketinggian air terus meningkat dengan ketinggian satu meter hingga dua meter.
Sejumlah warga yang rumahnya berlantai dua menolak untuk dievakuasi petugas. Hingga kini, warga yang rumahnya terendam banjir sangat membutuhkan makanan siap saji serta perlengkapan bayi.
“Kira-kira ada 2 meter. Dibandingkan sebelumnya, ini banjir lebih tinggi dan banjir kiriman dadakan, ini banjir kiriman kena semua RT deh,” kata Dina, warga.
Sementara itu, sejumlah petugas dari BPBD Kota Bekasi yang menggunakan perahu karet terus melakukan penyisiran dan evakuasi. Namun, meski debit air cukup tinggi dan masuk ke dalam rumah penduduk, sejumlah warga masih bertahan di lantai dua rumah mereka dan tidak mau dievakuasi. Sedangkan sebagian warga mulai mengungsi di rumah sanak saudara.
Warga korban banjir mulai membutuhkan makanan siap saji berupa mie instan, susu, dan obat-obatan, karena tidak bisa membuat makanan akibat sejumlah alat masak yang terendam banjir.







