Koma.id, Surabaya – Puluhan massa aksi dari Gerakan Aktivis dan Mahasiswa (GAM) Jawa Timur menggelar unjuk rasa di depan kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Jalan Jagir, Surabaya, Selasa (04/03/25).
Massa menuntut pengusutan tuntas kasus korupsi pengoplosan Pertamax yang diduga merugikan negara dan masyarakat hingga hampir 1000 triliun rupiah sejak tahun 2018.
Aksi yang dimulai dengan orasi dan pembentangan spanduk tuntutan ini, diwarnai dengan pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes. Pengunjuk rasa menilai korupsi pengoplosan Pertamax tidak hanya terjadi di tingkat direksi Pertamina Patra Niaga pusat, tetapi juga harus diusut tuntas hingga ke daerah-daerah, seperti di Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.
Raih 248 Suara Ni’matul Hanik Terpilih Ketua Muslimat Jepara 2026-2031; Fokus Pembenahan Organisasi.
“Pertama berangkat dari ketidakpuasan terhadap pelayanan terutama di direksi Pertamina karena banyak kejanggalan yang dibiarkan. Seperti kasus pengoplosan minyak, lalu korupsi yang belum diusut tuntas,” ujar Musfik, Koordinator Lapangan Aksi.
Meski tak ditemui oleh manajemen Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, aksi unjuk rasa ini berakhir damai dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polrestabes Surabaya. Selama aksi berlangsung, arus lalu lintas macet hingga 500 meter dan petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas untuk mengurangi kemacetan.
Para pengunjuk rasa juga menyampaikan bahwa pengoplosan Pertamax yang telah dilakukan secara multi years ini menjadi tanggung jawab Pertamina di daerah-daerah. Mereka menuntut agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akarnya.









