Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Ulama Banten menyayangkan Kontroversi MBG di Papua Barat : Apa yang Terjadi ?

Views
×

Ulama Banten menyayangkan Kontroversi MBG di Papua Barat : Apa yang Terjadi ?

Sebarkan artikel ini
Ulama Banten menyayangkan Kontroversi MBG di Papua Barat : Apa yang Terjadi ?

Koma.id, Banten – Konflik baru memanas di Papua Barat setelah ratusan siswa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Penolakan ini menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai pandangan.

Veronica Koman, seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang sering kali menjadi sorotan, membuat pernyataan kontroversial di akun X pribadinya. Ia menyebut bahwa masyarakat Papua Barat menolak program MBG karena takut diracuni oleh makanan yang disediakan pemerintah. Komentar ini sontak memicu beragam reaksi dari masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Silakan gulirkan ke bawah

Menanggapi hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam Kiyai Amal Faihan Maimun, menyayangkan narasi negatif yang disebarkan oleh Veronica Koman.

Menurutnya, mantan pengacara publik di LBH Jakarta tersebut hanya memprovokasi dan memecah belah persatuan bangsa. Kiyai Amal menganggap bahwa tuduhan tentang makanan yang diracuni adalah tidak berdasar dan hanya memperkeruh suasana.

“Pernyataan seperti ini hanya memperburuk keadaan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Kiyai Amal yang juga merupakan Kepala Bidang Hukum dan Politik ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Banten. Senin (17/02/25).

Situasi ini menggambarkan kompleksitas hubungan antara masyarakat Papua Barat dan pemerintah, serta peran yang dimainkan oleh para aktivis dalam dinamika tersebut.

Di tengah polemik ini, diharapkan adanya dialog yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah dan mencapai solusi yang adil dan damai bagi semua pihak.

Kisruh yang terjadi menunjukkan betapa pentingnya pemahaman yang mendalam dan pendekatan yang bijak dalam menyikapi isu-isu sensitif seperti ini. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan ini dengan bijak dan tetap menjaga persatuan bangsa.

Haji Tanpa Antri – Umroh Nyaman
Jangan lupa temukan juga kami di Google News.