Koma.id, Sidoarjo – Hari kedua pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo – Jawa Timur, siswa sekolah penerima makan bergizi gratis tanpa adanya jatah susu. Menu makanan yang diberikan hampir sama dengan hari pertama, hanya buah diganti dari buah semangka menjadi jeruk, sementara untuk air minum siswa terpaksa harus membawa bekal minum sendiri karena tidak disediakan minum untuk siswa.
Meski pelaksanaan hari kedua program pemerintah makan siang bergizi gratis di Sidoarjo selasa siang berjalan lancar namun menu makan yang diberikan berbeda dengan pelaksanaan pada hari pertama.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
SD Negeri Larangan Candi Sidoarjo misalnya jika pada hari pertama siswa sekolah mendapat jatah susu kemasan dalam paket makanan yang diberikan, namun untuk hari kedua ini tidak ada jatah susu pada paket makanan yang diberikan.
Untuk air minum siswa terpaksa membawa bekal air minum sendiri karena tidak disediakan air minum dalam paket makanan yang dikirim dari dapur umum satuan pelayanan pemenuhan gizi.
“Susu kemarin ada hari ini jeruk tidak ada susu, minum bawa sendiri ya.” Ujar Diego, salah satu siswa. Selasa (07/01/25).
Sementara terkait tidak adanya menu susu pada paket makanan program makan bergizi gratis pada hari kedua, tidak ada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo yang bisa dikonfirmasi, karena awak media dilarang masuk ke area dapur umum yang berada di ex asrama kompi senapan B Yonif 516 dikawasan jalan Mojopahit Sidoarjo.
Ditempat yang berbeda Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar buka suara perihal tidak adanya susu dalam menu MBG. Muhaimin menyebut pengadaan susu pada program MBG akan diterapkan bertahap.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin itu usai meninjau secara langsung dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebayunan, Tapos Depok.
“Ya memang ada yang siap pakai susu, ada yang belum siap. Semua akan bertahap ya,” ucap Cak Imin.
Dapur SPPG Sidoarjo tercatat mendistribusikan 6003 paket makan bergizi gratis untuk siswa-siswi mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, ibu hamil (bumil), dan balita di Sidoarjo. Hal itu diharapkan dapat mengawal tumbuh kembang siswa dan balita.
Pembagian makan bergizi gratis ini didistribusikan oleh SPPG Sidoarjo melaui 2 dapur, adapun dapur 1 berjumlah 3000 porsi dengan sasaran meliputi 10 Sekolah (2.687 pelajar) terdiri dari, SD 8 sekolah (2.238 pelajar) SMP 2 sekolah ( 359 pelajar) Bumil 50 orang Balita 263 orang.
Adapun dapur 2 mendistribusikan makan bergizi gratis sebanyak 3003 porsi, dengan sasaran 8 sekolah (2.781 pelajar) TK 3 sekolah (65 pelajar) SD 1 sekolah (399 pelajar) SMP 1 sekolah (1.047 pelajar) SMA 3 sekolah (1.258 pelajar) Ibu Hamil 11 orang, Balita167 orang, Ibu menyusui 44 orang.








