Koma.id– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan capaian Polri dalam pengamanan sepanjang tahun 2024. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (31/12/2024), Kapolri memaparkan penurunan jumlah konflik sosial secara signifikan, baik dari sisi jumlah kasus maupun korban.
Di antaranya jumlah konflik sosial turun sebanyak 5 kasus atau 11%, dari 44 kasus pada tahun 2023 menjadi 39 kasus pada tahun 2024. Selain itu, jumlah korban konflik sosial juga mengalami penurunan drastis, yaitu sebesar 147 orang atau 57%, dari 256 orang pada 2023 menjadi 109 orang pada 2024.
Menurut data Polri, faktor utama penyebab konflik sosial meliputi isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), persoalan politik dan sosial budaya, serta sengketa distribusi sumber daya alam (SDA) yang tidak merata.
Korban Tewas Terus Bertambah, Latihan Militer Calon Pengelola Kopdes Didesak Segera Dihentikan
Kapolri juga menyampaikan upaya Polri dalam mendorong resolusi damai di Tanah Papua. Salah satu langkah strategis adalah mendirikan dua Polda baru, yaitu Polda Papua dan Polda Papua Barat Daya.
Pendirian Polda baru ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah terkait Daerah Otonomi Baru (DOB). Kebijakan ini bertujuan mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan stabilitas keamanan yang lebih baik di Papua.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Polri optimis dapat terus menekan potensi konflik sosial sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan stabilitas dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.







