Koma.id – Siswa SMA Negeri 1 Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa tidak dapat mengikuti ujian sekolah lantaran ketiadaan sinyal internet.
Para siswa-siswi tersebut semesti mengikuti ujian secara online namun sinyal telekomunikasi di desa Lewolaga hilang total, dikarenakan adanya erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Sebelumnya pada ujian kemarin berjalan lancar karena sinyal cukup kuat di area permukiman warga, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi hari ini jumat (06/12/2024) dimana sinyal hilang sejak pukul 4 pagi.
Peserta ujian didampingi seorang guru bernama Ignasius Ola Beoang yang membenarkan bahwa Kekuatan jaringan di Lewolaga kadang melemah meski terdapat satu menara tinggi, namun tidak bisa berbuat apa-apa, para siswa lantas pulang ke rumah, menunggu jaringan kembali membaik.
“Ujian hari kedua. Anak-anak tidak bisa akses ke link karena keadaan jaringan. Semua mata ujian bergantung pada signal,” ujar Ignasius Ola Beoang, guru pengasuh.
Ignasius menambahkan, siswanya sudah berjuang mencari signal di pinggir pantai yang terpancar dari Pulau Solor. Namun hingga tiba di sana, jaringan tak kunjung muncul.
Diketahui, SMA Negeri 1 Titehena digunakan sebagai posko pengungsian bagi penyintas Gunung Lewotobi Laki-laki sejak 4 November 2024 atau sehari pasca letusan dahsyat.
Guru SMA Negeri 1 Titehena menyebut alternatif menjalankan ujian secara daring diambil pihak sekolah lantaran gedung sekolah dipakai sebagai salah satu lokasi pengungsi erupsi gunung lewotobi laki-laki.
Para guru dan siswa berharap Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dapat memperhatikan hal tersebut dengan memperkuat sinyal di desa Lewolaga, mengingat ujian sekolah masih terus berlangsung.








