Koma.id– Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid. Habib Syakur mempertanyakan motif di balik rencana Reuni Akbar 212, yang baginya sejauh ini tidak lagi menarik simpati masyarakat karena selalu berupaya memecah belah sesama anak bangsa.
“Karena apa? karena ini sama sekali tidak membawa manfaat dan ini sama sekali hanya menguntungkan pihak-pihak yang menginginkan Indonesia pecah belah,” kata Habib Syakur, dalam Podcast Koma.id, Senin (11/11/2024).
Dalam pandangannya, aksi seperti 212 bukan sekadar pemborosan energi, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk melakukan hal-hal baik yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, Habib Syakur mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya konstruktif, tidak sekadar bermuatan sentimen atau ajakan adu domba.
Ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia justru sangat menghargai umat Islam, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, dan Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam rahmatan lil ‘alamin – yang penuh kedamaian dan toleransi.
Ia menduga rencana Reuni 212 tersebut dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menyebarkan ideologi radikal, seperti khilafah.
Prabowo Kumpulkan 400 Pegawai BUMN di Hambalang Buat Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan
“Saya yakin kegiatan ini ditunggangi oleh kelompok pengasong khilafah. Ini tidak boleh terjadi, dan kita harus bersatu menjadikan mereka musuh bersama,” tegasnya.







