Koma.id – Puan meminta personel TNI-Polri untuk memastikan keamanan dan kondusivitas di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Puncak Jaya pasca kerusuhan.
Ia mendorong optimalisasi kolaborasi dan kekompakan personel TNI-Polri dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Selain itu, Puan mengecam aksi kelompok OPM yang membakar gedung SMP Negeri di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pekan lalu. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat ditolerir.
Menurutnya aksi anarkis OPM harus dihentikan karena kekerasan dan teror yang mereka lakukan tidak hanya merugikan masyarakat sipil, tetapi juga menghambat pembangunan di Papua.
Masa depan anak-anak di Papua sebagai generasi penerus menjadi taruhannya, Ia juga meminta pemerintah dan aparat untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak di Papua agar terhindar dari bentuk-bentuk intimidasi dan teror.
Dalam menghadapi provokasi dan kekerasan yang dilakukan oleh OPM, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan.
Pemerintah harus memastikan bahwa penegakan hukum dilakukan secara tegas namun humanis, sementara masyarakat perlu waspada terhadap provokasi yang dapat memecah belah.
Dengan mengutamakan dialog dan pembangunan, Papua dapat menjadi wilayah yang aman, damai, dan maju.
Investasi dalam pendidikan dan infrastruktur juga penting untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda Papua.
Seperti yang disampaikan oleh berbagai tokoh, menyiapkan sarana pendidikan sementara bagi anak-anak yang sekolahnya dibakar oleh OPM adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan mereka tidak terganggu.
Melalui penegakan hukum yang adil dan pendekatan yang inklusif, harapan akan kedamaian dan kemajuan di Papua dapat terwujud.
Semua pihak harus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua, menghindari provokasi, dan fokus pada pembangunan yang berkelanjutan.













