Koma.id– Pemerintah Indonesia sedang gencar mempersiapkan pemindahan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kalimantan Timur. Rencana ambisius ini dijadwalkan untuk dimulai pada Oktober 2024, dengan tahap awal memindahkan ribuan ASN ke kawasan yang dirancang sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Sebagai langkah awal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah berupaya menyelesaikan pembangunan 47 tower hunian vertikal yang akan menjadi tempat tinggal para ASN. Setiap tower yang dibangun akan memiliki 60 unit rumah susun (rusun) yang dirancang dengan berbagai fasilitas modern untuk mendukung kehidupan para pegawai negeri di IKN.
Menurut laporan, setiap unit rusun di IKN dirancang dengan tipe three bedroom, yang terdiri dari dua kamar tidur anak dan satu kamar tidur utama. Desain interior hunian ini juga mencakup dua kamar mandi, satu di antaranya terhubung langsung dengan kamar tidur utama. Selain itu, setiap unit dilengkapi dengan ruang tamu, ruang kerja, serta ruang makan yang terintegrasi untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para penghuni.
Tidak hanya itu, rusun ini juga menawarkan luas 98 meter persegi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang berbasis teknologi modern. Salah satu fitur unggulan yang diterapkan di rusun ASN ini adalah sistem smart lock door yang memungkinkan akses ke hunian menggunakan nomor PIN. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kemudahan bagi para ASN yang akan menghuni rusun di IKN.
Ricky Fernandez, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun ASN di IKN, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadopsi sejumlah teknologi canggih untuk meningkatkan kenyamanan para penghuni.
“Ada beberapa teknologi yang kita terapkan di hunian ASN, pertama, sudah menggunakan smart lock door, jadi smart lock ini sudah menggunakan PIN untuk ASN-ASN yang akan masuk ke hunian,” ujar Ricky saat dijumpai di rusun ASN tower B, IKN, Kalimantan Timur, Kamis (15/8/2024).
Selain itu, rusun ASN juga dilengkapi dengan sistem rumah pintar yang memungkinkan penghuninya untuk mengontrol berbagai perangkat elektronik seperti pendingin ruangan dan lampu dari jarak jauh melalui gawai.
“Kedua, kita ada smart home, kita bisa mengontrol suhu ruangan dan tombol on-off perangkat elektronik lainnya. Jadi, kalau teman-teman ASN yang tinggal di sini, sudah ke kantor, tetapi lupa mematikan lampu, bisa melalui hand phone mereka,” sambungnya.
Sebagai bagian dari persiapan besar ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) telah menyiapkan skenario pemindahan ASN. Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas, menyatakan bahwa pada Oktober mendatang, 47 tower hunian vertikal di IKN akan siap dihuni, dengan perkiraan 1.700 hingga 3.200 ASN yang akan dipindahkan ke sana. Sebagian tower tersebut juga disediakan untuk kebutuhan TNI-Polri yang turut akan dipindahkan ke IKN.
“Dari hunian yang disiapkan, sampai Oktober akan selesai 47 tower. Perinciannya, 12 tower untuk TNI-Polri, sebagian untuk ASN. Kami juga telah membuat skenario, kalau sharing pada Oktober bisa pindah 3.200 ASN, tetapi kalau tidak sharing ada 1.700-an,” kata Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas di IKN, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (12/8/2024).







