Koma.id, Jakarta – Keputusan Pimpinan Pusat atau PP Muhammadiyah untuk menerima izin tambang untuk ormas keagamaan mendapat banyak perdebatan.
Sejumlah pihak dari kalangan internal menolak sikap ini karena berbagai alasan.
Bahkan dinilai sarat kepentingan politik transaksional.
Mereka menilai kegiatan tambang ekstraktif memiliki banyak mudarat dan beberapa organisasi internal Muhammadiyah pun menolak keputusan ini.
Melihat hal ini salah satu Aktivis Kolaborasi Rakyat Jakarta, Andi Sinulingga menyebut Muhammadiyah itu sudah kaya.
Jadi menurutnya, mereka tak perlu sampai menadahkan tangannya ke negara apalagi sampai konsesi tambang.













