Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahKesehatanRagam

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Mengkhawatirkan

Views
×

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Mengkhawatirkan

Koma.id | Banda Aceh – Kota Banda Aceh menjadi kota beresiko tinggi dengan penyebaran kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan di Provinsi Aceh dari 441 kasus yang tercatat golongan homoseksual dan pelaku seks menyimpang merupakan penderita terbanyak.

Terhitung sejak 2008 hingga mei 2024 Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat kasus penyakit orang dengan penderita HIV sebanyak 336 orang serta penderita AIDS 105 kasus, dengan total kasus penyakit menular tersebut mencapai 441 kasus.

Silakan gulirkan ke bawah

Ada empat jenis populasi yang berisiko tertular virus HIV yaitu, LSL (laki-laki sex laki), waria, wanita/pria pekerja sex, pengguna narkoba suntik. Meningkatnya kasus HIV di Kota Banda Aceh seiring dengan meningkatnya populasi kunci laki-laki seks dengan laki-laki.

Penyebaran HIV AIDS di Banda Aceh merupakan kondisi yang serius dan berpotensi mematikan bagi penderitanya dan penyakit menular ini.

“Data HIV AIDS di Banda Aceh ditemukan 2008 pasca tsunami ya, kemudian yang dilakukan pemerikaan di kota Banda Aceh baik puskesmas atau di Rumah Sakit ini ada 401 orang yang ada yang dilakukan pemeriksaaan ada HIV Positif ada juga yang tuntas.” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg Supriyadi. (09/07/2024)

HIV adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS, yang merupakan tahap lanjutan dari kondisi individu yang terinfeksi HIV. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, merusak sel-sel yang penting untuk melawan infeksi dan penyakit.

Hal ini juga dipengaruhi oleh media sosial yang menampilkan seorang laki-laki berpakaian perempuan sudah dianggap wajar walaupun hanya untuk sekedar konten. Namun, akan berpengaruh kepada apa yang dilihat oleh anak-anak remaja untuk ditiru demi mendapatkan follower yang banyak.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.