Koma.id– TNI menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian mengenai dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam kasus tewasnya wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, dan tiga anggota keluarganya di Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, dalam konferensi pers di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (4/7/2024).
“Kami serahkan kepada yang menyelidiki saat ini. Kami menunggu semuanya. Jadi, proses ini berjalan kami menunggu lembaga yang bekerja. Kita tunggu saja mudah-mudahan semua bisa jelas dalam waktu dekat,” kata Nugraha.
Di sisi lain, Nugraha menegaskan bahwa jika nantinya terbukti ada oknum prajurit yang terlibat, TNI memiliki aturan hukum militer yang akan diterapkan secara tegas.
“Kami punya aturan hukum militer, disiplin,” kata Nugraha.
Rico Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya ditemukan tewas dalam kebakaran rumah mereka di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 27 Juni 2024. Korban lainnya termasuk istri Rico, Elfrida Boru Ginting (48), anaknya Sudi Investasi Pasaribu (12), dan cucunya Loin Situkur (3).
Buntut Dugaan Suap Ketua BEM UBK, Amnesty Wanti-Wanti Ancaman Serius bagi Gerakan Mahasiswa
Insiden tragis ini diduga terkait dengan laporan berita tentang perjudian online yang dibuat oleh Rico sebelum kematiannya.
Tim Pencari Fakta dari Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara, yang terdiri dari beberapa organisasi jurnalis seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Utara, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, telah mengidentifikasi adanya dugaan kuat keterlibatan oknum prajurit TNI dalam peristiwa ini.
Menanggapi kejadian tersebut, Dewan Pers mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Utara untuk membentuk tim penyelidikan yang adil dan imparsial. Selain itu, Dewan Pers juga menyerukan kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Pangdam setempat untuk melakukan penyelidikan terbuka terkait dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini.
Dalam upaya mempercepat proses investigasi, Dewan Pers mengumumkan rencananya untuk membentuk tim investigasi bersama, yang melibatkan aparat penegak hukum dan jurnalis dari Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ).







