Koma.id, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menilai pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait estafet kepemimpinan adalah pernyataan umum.
“Pernyataan itu umum saja, artinya silakan memilih paslon manapun yang akan menggantikan kepemimpinan nasional,” tegas Sugeng, hari ini.
Enam Pesan Presiden Prabowo di HUT Bhayangkara: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Terus Berbenah
Sugeng menegaskan bahwa pernyataan Kapolri tersebut harus dilihat secara utuh untuk menilai maknanya.
Pidato HUT Bhayangkara, Presiden Prabowo Tekankan Peran Strategis Polri bagi Masa Depan Indonesia
“Jadi harus dilihat utuh makna dari pernyataan tersebut. Apalagi sudah diklarifikasi oleh humas Polri bahwa polisi netral dan menyerahkan pilihan paslon capres-cawapres secara demokrartis, yakni yang akan melanjutkan kepemimpinan nasional kedepan,” tuturnya.
Sugeng melanjutkan bahwa IPW lebih memperhatikan bila ada perbuatan nyata yang mengarahkan pada tekanan penggunaan kewenangan Polri.
“Kita lebih menyoroti jika ada perbuatan nyata yang menggunakan kewenangan Polri sebagai tekanan ke masyarakat, misalnya membatasi hak pilih masyarakat atau intimidasi,” pungkasnya.













