Koma.id– Aktivis lingkungan dan pengampanye polusi dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Abdul Ghofar, mengakui ada kemajuan luar biasa yang telah dicapai dibandingkan dengan 4 tahun belakangan.
Khusunya terkait upaya pemerintah dalam menangani polusi udara di Jakarta. Mulai ada langkah serius mereduksi tingkat pencemaran dengan langkah-langkah pendek dan komprehensif.
Bahkan, bukan hanya pemerintah yang telah bergerak maju. Kesadaran akan perlunya melindungi lingkungan semakin tinggi di kalangan masyarakat. Semua suara yang bersatu, dari rakyat biasa hingga aktivis lingkungan, dari akademisi hingga seniman, bahkan dari para tokoh agama, semuanya bersatu dalam satu suara menentang polusi udara.
“Menurut kami sih situasi sebulan dan dua bulan terakhir itu ada capek-capean yang oke,” kata Abdul Ghofar, Senin (11/9/2023).
Tak hanya itu, pengakuan pemerintah terkait sumber utama pencemaran udara, dengan kendaraan bermotor menyumbang 43 persen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 34 persen, merupakan tanda positif yang tak dapat diabaikan.
“Kemudian pemerintah juga mulai sadar harus menggunakan data yang sama. Terutama sumber pencemar berapa persen kontribusi dari masing-masing sektor nah itu hal yang bagus. Sudah ada upaya yang mau dilakukan jangka pendek jangka panjang,” tutupnya.







