Koma.id– Pegiat media sosial, Jhon Sitorus lewat akun Twitternya @Miduk17 menyoroti sebuah foto yang menampilkan sejumlah santriwati berkerudung tengah mengangkat senjata laras panjang jenis airsoft gun.
Selain senjata, keenam siswi tersebut juga terlihat mengenakan rompi mirip anti-peluru.
Dalam foto tersebut, tampak jelas latar belakangnya adalah area persawahan dengan sedikit tampaknya bangunan masjid. Ini juga adalah para santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur’an Al Jahra Magetan.
Bakom Nilai Penguasaan Bahasa Prancis Buka Peluang SDM Indonesia di Kancah InternasionalĀ Ā
Jhon Sitorus kebingungannya atas tujuan sebenarnya dari hal itu. Ia lantas bertanya: “Saya cuma pengen tau Tujuannya apa? Apa korelasinya dengan kemajuan Indonesia sesuai cita-cita dan dasar negara republik Indonesia? Pentingkah mengangkat senjata usia dini?”
Konten ini telah memicu banyak tanggapan beragam di kalangan masyarakat. Sejumlah netizen menyatakan keprihatinannya atas tindakan mengangkat senjata tersebut, mengingat usia mereka yang masih muda dan masa depan mereka yang harusnya diisi dengan pendidikan dan pemahaman akan perdamaian.
Hal itu juga memantik perbincangan mengenai ekstrakurikuler di lembaga pendidikan. Apakah perlu ada kajian ulang terkait regulasi dan pengawasan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan? Guna memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh siswa siswi tidak melanggar prinsip-prinsip keselamatan dan nilai-nilai nasional.







