Koma.id– Sebuah video yang menampilkan penurunan baliho Bakal Calon Presiden (Bakal Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, telah menjadi viral dalam beberapa hari terakhir. Penurunan baliho yang terletak di Markas Kodim 1013 Muara Teweh ini mendapat kecaman dari warganet.
Pihak TNI mengatakan langkah itu untuk menjaga netralitas TNI dan menyebut pencopotan baliho sebagai langkah yang tepat. Namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyayangkan tindakan anggota TNI dalam pencopotan baliho tersebut.
Pasalnya, ada masalah perkataan yang beredar kabar bahwa oknum TNI bahkan mengancam para relawan dengan kata-kata yang mengintimidasi.
Daftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Resmi Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2029
“Kami sangat sesalkan adalah cara-cara intimidasi, keluarkan kata-kata ‘pecahkan kepala’, tidak perlu tindakan arogan. Kita (bisa) bicara baik-baik, karena mereka semua juga berasal dari kalangan kita semua, dari rakyat,” ungkap Hasto.
Daripada melakukan tindakan yang mengintimidasi, Hasto menyarankan untuk mencari solusi dengan melakukan diskusi, berbicara baik-baik, dan melakukan edukasi kepada semua pihak.
“Sebaiknya semua pihak melakukan edukasi, manakala ada hal yang tidak tepat untuk dikomunikasikan daripada melakukan suatu tindakan yang intimidasi. Pada akhirnya justru mendorong semua pihak dengan menyayangkan arogansi dari salah satu oknum tersebut,” tutup Hasto.







