Koma.id – Kondisi kesehatan Gubernur non aktif Papua, Lukas Enembe dikabarkan mendadak drop alias menurun. Padahal, Senin (17/7/2023) kemarin, ia dijadwalkan akan menjalani sidang lanjutan dugaan korupsi yang menjeratnya.
Keluarga Lukas Enembe langsung merespons kabar tersebut. Adik Lukas Enembe, Elius Enembe, dengan tegas meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan Lukas Enembe.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertanggung jawab selama proses persidangan. Sekali lagi, KPK, Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim bertanggung jawab selama proses persidangan jika terjadi hal-hal yang membahayakan dan mengancam nyawa Lukas Enembe,” kata Elius melalui keterangan tertulis, Selasa (18/7/2023).
Menurutnya, kondisi kesehatan Lukas Enembe saat ini mengalami penurunan saat berada di rumah tahanan (Rutan) KPK, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Dikatakan Elius, Lukas Enembe terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah sejak Jumat (14/7/2023) sampai Minggu (16/7/2023) tidak bisa makan dan susah menelan makanan.
“Untuk itu, kami keluarga meminta agar seluruh proses persidangan dihentikan,” tegssnya.
Ia menegaskan permohonan tersebut berdasarkan pertimbangan etis dan kemanusiaan yang menurutnya jauh lebih penting dan melampaui hukum.
“Di atas hukum ada aspek kemanusiaan yang perlu diperhatikan negara,” tandasnya.









