Koma.id, Abdullah Azwar Anas, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), mengakui bahwa banyaknya pegawai “titipan” dilingkungan pemerintahan dalam peresmian Mall Pelayanan Publik di Jakarta.
“Kalau bapak/ibu menerima terus (titipan calon pegawai), apalagi jabatan kita ini jabatan politik, baru duduk orang sudah datang, ada ponakan, tetangga, saudara. ‘Hei apa gunanya kamu jadi bupati kalau tetanggamu enggak bisa kamu bantu’. Itu godaan-godaan. Yang begini ini nih yang nambah. Akhirnya satu tambah satu bilang ‘jangan bilang-bilang ya saya titip’. Akhirnya 50 orang didengar titip semua,” kata Anas
Hal tersebut disampaikan Anas karena memiliki pengalaman ketika menjabat jadi Bupati Banyuwangi. Saat itu, Anas mengaku kaget karena jumlah pegawai honorer di Banyuwangi membludak jadi ribuan.
“Saat itu saya mendelegasikan tugas ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk merekrut tenaga honorer sesuai kebutuhan. tiba-tiba sudah ribuan, kadang kegiatannya gak ada tapi tenaganya banyak, “ungkap Anas
Menurut Anas untuk mengatasi hal tersebut ia meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah untuk melakukan rekrutmen honorer dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) dengan hasil yang dapat dilihat semua orang.







