Koma.id- Proses realisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tidak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapinya. Namun, Duta Besar Cina untuk Indonesia, Lu Kang, tetap teguh dan konsisten dalam bekerja untuk membangun kawasan tersebut.
“Meskipun ada gangguan eksternal termasuk kebisingan dari mereka yang selalu mengolok-olok usaha patungan Cina-Indonesia sementara enggan untuk memberikan kontribusi sendiri,” ujar Dubes Cina Lu Kang dalam seminar di Universitas Indonesia, dikutip Senin (26/6/2023).
Sementara itu, Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), mengungkapkan bahwa tarif yang ideal untuk KCJB sekitar Rp 200-300 ribu. Hal ini bertujuan agar tarif tersebut tetap kompetitif dengan kereta reguler Jakarta-Bandung.
“Jadi idealnya memang direntang itu. Enggak boleh lebih dari Rp 300 ribu,” ucapnya.
Sebelumnya, KCJB telah melalui tahap uji coba dari Stasiun Halim hingga Stasiun Padalarang. Kemudian, dilanjutkan dengan penggunaan kereta feeder menuju Stasiun Tegalluar, sebelum kembali ke Stasiun Halim.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, turut mengikuti proses uji coba tersebut.







