Koma.id– Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo akan ada deklarasi bersama para pemimpin ASEAN, guna pemberantasan perdagangan manusia di kawasan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD saat Pertemuan Ke-26 Dewan Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN (APSC) di Ayana Komodo Waecicu Beach, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Maraknya perdagangan manusia di Asia terkhususnya Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi gejolak yang belum terpecahkan. Perdagangan manusia kebanyakan terjadi pada kaum wanita, buruh dan anak dengan memperlakukan korban semata sebagai komoditi yang di beli, dijual, dikirim dan dijual kembali.
Mahfud mengatakan, pada acara besok akan diadakan Deklarasi Pemberantasan perdagangan manusia Akibat penyalahgunaan teknologi yang menjadi pusat di jalanya perbuatan tak senonoh itu.
Menkopolhukam tersebut beritikad, deklarasi yang dilakukan dapat mengadakan komprehensif dalam mengatasi praktik perdagangan manusia, mulai pencegahan hingga perlindungan korban.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
“Deklarasi ini juga untuk meningkatkan kolaborasi guna menangkal penyalahgunaan teknologi,” kata Mahfud, Selasa (9/5/2023).
Menurut Mahfud perjuangan pemberantasan perdagangan manusia, perlu didukung melalui upaya percepatan perundingan Perjanjian Ekstradisi ASEAN.
Upaya kesepakatan pencegahan perdagangan manusia telah dibahas dalam waktu yang lama dan wajib di implementasikan.
“Perjanjian itu akan mencegah kawasan kita menjadi surga bagi para kriminal, sekaligus menguatkan status ASEAN sebagai Masyarakat berbasis hukum,” jelas Mahfud.
Sementara itu, Mahfud pernah menyebut, ajakan Pemerintah Indonesia kepada komunitas ASEAN untuk senantiasa membekali kemampuan agar bisa secara efektif menangkal tantangan berbagai potensi kejahatan lintas negara di kawasan.
“Kita tidak punya pilihan selain memastikan ASEAN berkemampuan cukup untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut secara efektif,” tutur Mahfud.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah menyampaikan, pemberantasan perdagangan manusia akan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam KTT Ke-42 ASEAN dengan penekanan penipuan daring atau online scams.
“Ini menjadi utama sebab korbannya adalah rakyat ASEAN dan sebagian besar adalah WNI,” ungkap Jokowi.













