Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
NasionalPolitik

Soroti KPU, Arief Poyuono: Mereka Ketakutan, Proses Pemilu Akan Merugikan Rakyat, Tak Layak Dilanjutkan!

×

Soroti KPU, Arief Poyuono: Mereka Ketakutan, Proses Pemilu Akan Merugikan Rakyat, Tak Layak Dilanjutkan!

Sebarkan artikel ini
Soroti KPU, Arief Poyuono: Mereka Ketakutan, Proses Pemilu Akan Merugikan Rakyat, Tak Layak Dilanjutkan!

Koma.id – Ketakutan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk transparan membuka sistim informasi partai politik  (SIPOL) menunjukkan ada tekanan yang kuat dan menakutkan bagi KPU.

Hal itu membahayakan proses Pemilu dan akan mengancam stabilitas negara dan proses politik dimasa depan. Saatnya Proses Pemilu dihentikan sampai terbentuk KPU yang independen dan kredibel. Demikian kata Arief Poyuono, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta kepada pers Jumat (9/12/2022)

Silakan gulirkan ke bawah

“Siapa yang menekan KPU? Pada tahap yang paling awal adalah kehadiran Partai Prima memang mengancam suara pemilih partai-partai besar yang mengklaim nasionalisme, namun gagal membuktikan komitmennya pada nasionalisme. Partai Prima ditakuti akan menggerus suara rakyat dalam legislatif, apalagi rakyat berkali-kali dibuat kecewa oleh wakil-wakilnya di DPR,” ujarnya menanggapi ketakutan KPU.

Ketakutan KPU itu menunjukkan lembaga penyelenggara ini sudah tidak independen sejak awal dan rela mengorbankan rakyat yang mencari partai alternatif.

“Bagaimana rakyat bisa percaya pada lembaga penyelenggara Pemilu kalau sejak awal sudah ketakutan dan tidak jujur. KPU sudah tidak kredibel dan tidak independen dalam proses pemilu berikutnya.

Kalau proses ini dilanjutkan maka semua partai pasti jadi sasaran kecurangan KPU dan  rakyat yang akan dirugikan. Karena hasil perhitungan suara KPU tidak letimate dan kehilangan kepercayaan rakyat.

“Sehingga legislatif dan eksekutif yang terpilih menjadi sangat lemah. Stabilitas terancam, investor kabur. Keamanan NKRI terganggu dan perpecahan bisa menjurus disintegrasi,” paparnya.

Kader Gerindra ini sebelumnya juga mendengar bahwa.para komisioner KPU sebenarnya sudah sepakat menjalankan putusan Bawaslu RI untuk meloloskan Partai Prima.

“Namun saya denger para komisioner KPU ditelpon oleh  seorang petinggi partai besar, ditekan agar Prima jangan diloloskan,” jelasnya tanpa mau menyebutkan nama partai dan petinggi yang menekan KPU itu.

Para komisioner KPU beberapa hari ini menghindar dari pertanyaan wartawan seputar tekanan tersebut.

Menyerbu KPU

Sebelumnya, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat. Massa menuntut KPU menyelenggarakan proses pemilu secara transparan.

“Kami gabungan dari Partai Rakyat Adil Makmur dan Partai Republiku Indonesia hadir di sini kami meminta kepada KPU agar transparan, agar adil, agar jujur dalam melakukan tahapan pendaftaran partai politik menuju pemilu 2024,” kata Juru Bicara Partai Prima, Farhan Dalimunthe dari atas mobil komando Kamis (8/11/2022).

Ia menyebutkan banyak anggota dari Partai Prima di seluruh Indonesia yang dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KPU. Namun Farhan menyebut tidak ada penjelasan yang diberikan KPU.

“Tidak pernah ada pemanggilan, kita buat surat pernyataan tidak diakui. Berkali kali-kali kami di dalam berdebat dengan KPU, tetapi tidak digubris sama sekali,” katanya.

“Kita tunjukkan itikad baik kita dan kita tunggu itikad baik mereka (KPU),” tambahnya

Sebelumnya, lima partai politik yang menang sengketa di Bawaslu RI kembali dinyatakan tak memenuhi syarat verifikasi administrasi oleh KPU RI. Mereka menggugat KPU RI ke Bawaslu RI dikarenakan tak lolos verifikasi administrasi pendaftaran Pemilu 2024.

Lima partai tersebut adalah Partai Prima, Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), Partai Republik, Partai Republiku Indonesia, serta Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Namun, setelah diberi kesempatan untuk memperbaiki dokumen, KPU menyatakan kelimanya tetap tidak memenuhi syarat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.