Koma.id | Jakarta – Pemerintah resmi menghapus latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) setelah lima peserta meninggal dunia. Program pelatihan kini disempurnakan menjadi pelatihan bela negara dan manajerial.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik publik.
“Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama. Esensi pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta Tanah Air tetap dipertahankan, hanya metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan ramah terhadap kondisi fisik serta mental peserta,” ujarnya.
Qodari menyebut penyempurnaan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilakukan agar lebih tepat sasaran. Pemerintah menekankan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta sebagai prioritas utama.
“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, sekaligus memiliki karakter tangguh dan semangat bela negara,” tambahnya.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, sebelumnya mengungkapkan lima peserta meninggal karena berbagai faktor, mulai dari kelelahan, perubahan pola hidup, hingga penyakit bawaan. Pemerintah membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan untuk menelusuri penyebab kematian tersebut.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga merekomendasikan penghentian latsarmil, menilai materi pelatihan seharusnya lebih relevan dengan kompetensi pengelolaan koperasi.
Dengan perubahan konsep pelatihan, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap program Kopdes Merah Putih dan KNMP semakin kuat, sekaligus melahirkan generasi penggerak pembangunan yang aman, kompeten, dan berkarakter.








