Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKesehatanNasional

Dokter Peringatkan Bahaya “Lapar Mata” Saat Kurban

Views
×

Dokter Peringatkan Bahaya “Lapar Mata” Saat Kurban

Sebarkan artikel ini
Makanan Rendang

Koma.id | Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, masyarakat diingatkan untuk menjaga pola makan agar tetap sehat meski daging kurban melimpah. Tradisi menyajikan gulai, rendang, dan sate kambing memang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, namun konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan.

Pakar Gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Mahmud Aditya Rifqi SGz MSi PhD, menegaskan bahwa pola makan berlebihan langsung membebani metabolisme tubuh.

Silakan gulirkan ke bawah

“Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu peningkatan trigliserida, stres oksidatif, dan surplus energi sementara setelah makan tinggi lemak,” ujarnya.

Menurutnya, lonjakan tekanan darah atau kolesterol bukan hanya akibat lemak jenuh, tetapi kombinasi faktor seperti konsumsi garam tinggi, santan, gorengan, kurang serat, dan minim aktivitas fisik.

Dokter Umum Irwan Heriyanto, MARS, juga mengingatkan masyarakat agar tidak “lapar mata” saat Idul Adha. Ia menekankan pentingnya mengontrol porsi makan, terutama bagi penderita hipertensi dan kolesterol.

“Pokoknya apapun yang serba berlebihan itu kalau bisa dihindari,” katanya.

Irwan menyarankan penggunaan garam rendah natrium serta mengurangi konsumsi lemak pada daging kurban.

Para ahli menekankan bahwa Idul Adha membawa misi sosial penting karena memberi kesempatan bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk memperoleh protein hewani berkualitas. Oleh karena itu, pendekatan edukasi yang realistis bukan berupa larangan mutlak, melainkan ajakan untuk mengatur porsi, memilih metode memasak sehat, serta mengombinasikan daging dengan sayur dan buah.

Strategi yang dianjurkan adalah menerapkan panduan Isi Piringku yakni sepertiga piring berisi sayur dan buah, membatasi santan dan gorengan, memilih teknik rebus atau kukus, memperbanyak air putih, serta menjaga aktivitas fisik. Dengan langkah ini, masyarakat dapat menikmati lezatnya daging kurban tanpa mengorbankan kesehatan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.