Koma.id– Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal terkait upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk rencana pembukaan penuh Selat Hormuz dalam 30 hari ke depan.
Laporan Washington Post yang mengutip sumber diplomatik menyebutkan, kesepakatan sementara tersebut juga mencakup penundaan pembahasan program nuklir Iran hingga waktu yang belum ditentukan.
Meski demikian, sumber yang sama menyatakan kerangka kesepakatan itu masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah Iran.
Dalam kesepakatan awal tersebut, Washington dan Teheran disebut sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang perundingan lanjutan menuju penyelesaian permanen.
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan itu dilaporkan menimbulkan kerusakan fasilitas serta korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada 7 April, kedua negara mengumumkan penghentian sementara konflik selama dua pekan.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan final.
“proposal terpadu”.
Presiden AS Donald Trump selanjutnya memperpanjang masa penghentian konflik untuk memberi kesempatan kepada Iran menyusun proposal baru dalam proses negosiasi.
Situasi konflik di kawasan sebelumnya berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas alam cair dunia dari kawasan Teluk Persia.
Gangguan distribusi energi tersebut memicu kenaikan harga bahan bakar global serta menghambat pasokan sejumlah komoditas industri di berbagai negara.







