Koma.id | Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus level Rp17.700 mulai menimbulkan kekhawatiran di industri otomotif. Di tengah ancaman kenaikan biaya perawatan kendaraan, Auto2000 menyiapkan alternatif suku cadang dengan harga lebih kompetitif melalui program T-OPT dan jaringan bengkel OtoXpert.
Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, memastikan sebagian besar layanan servis dan suku cadang Toyota belum mengalami penyesuaian harga, khususnya bagi pengguna mobil baru.
“Untuk customer yang membeli mobil baru, sebagian besar sudah mendapatkan T-Care (free service dan part sampai servis ke-7),” ujarnya.
Alternatif Spare Part T-OPT Produk T-OPT dikembangkan langsung oleh Toyota Astra Motor (TAM) sebagai suku cadang fast moving dengan harga lebih terjangkau namun tetap terjamin kualitasnya. Komponen yang tersedia mencakup brake pad, brake shoe, filter oli, filter udara, filter bensin, filter kabin, wiper blade, v-belt, hingga clutch disc dan clutch cover untuk transmisi manual.
Beberapa model Toyota yang sudah bisa menggunakan T-OPT antara lain Agya, Calya, Avanza, Veloz, Yaris, Vios, Innova, Rush, Fortuner, Hilux, Corolla Altis, Kijang, Voxy, Raize, Etios Valco, Hiace, dan Dyna.
Penjualan Toyota Tetap Positif Public Relation & Motorsport TAM, Philardi Sobari, menegaskan belum ada kenaikan harga jual mobil meski rupiah melemah. Ia menyebut penjualan wholesales Toyota naik 42% pada Maret–April 2026, dari 17 ribu unit menjadi 25 ribu unit. Penjualan ritel juga meningkat 18% pada April 2026, mencapai 23 ribu unit.
“Fluktuasi kurs tetap menjadi tantangan utama di pasar otomotif nasional. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa menekan finansial perusahaan maupun jaringan value chain lokal,” kata Philardi.
Mitigasi Dampak Rupiah Philardi menambahkan, Toyota Indonesia telah melibatkan lebih dari 750 supplier Tier 1–3 dengan total tenaga kerja lebih dari 350 ribu pekerja lokal.
“Kami terus berkoordinasi dengan manufaktur, dealer, dan seluruh value chain agar langkah mitigasi ke depan dapat dilakukan secara tepat dan terukur,” ujarnya.








