Koma.id– Pernyataan mantan Kepala BAIS TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B. Ponto soal kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus memicu gelombang kritik tajam di media sosial.
Dalam komentarnya sebagai ahli dalam persidangan perbuatan kejahatan oleh para oknum TNI terhadap masyarakat sipil itu, Soleman menyebut tindakan empat terdakwa anggota BAIS TNI itu hanya sebatas “kenakalan semata” dan bukan bagian dari operasi intelijen.
Ia beralasan operasi intelijen seharusnya dilakukan secara terstruktur, berdasarkan komando, dan tidak bersifat spontan maupun emosional. Namun, ucapan tersebut justru memancing kemarahan publik karena dinilai meremehkan aksi kekerasan serius yang menyebabkan korban mengalami luka berat hingga harus menjalani operasi pencangkokan kulit.
Netizen langsung membanjiri media sosial dengan komentar pedas terhadap pernyataan Soleman. Banyak yang menilai penyiraman air keras tidak bisa dianggap kenakalan biasa karena menyangkut dugaan percobaan pembunuhan dan teror terhadap aktivis sipil. Salah satu akun bahkan menyindir, “nakal itu nyolong mangga punya tetangga,” sementara komentar lain menyebut pernyataan tersebut menunjukkan buruknya sensitivitas hukum di Indonesia. Kritik juga diarahkan pada media yang masih sering menghadirkan Soleman sebagai narasumber.
Berikut komentar-komentar netizen yang dikutip dari Instagram:
febryagungwicaksono90: Astaghfirullah dengan GAMPANG nya kalo nyocod
kresnaajieperkasa: Yg bikin heran org itu sering diundang jadi narasumber, padahal ngomongnya suka ngelantur
geminihani30: Ngeri ngeri ngeri di buntutin gitu dibilang kenakalan… Darurat sekali hukum Indonesia ini
olekkk.f: nakal itu nyolong mangga punya tetangga
erwinmustafa88: Jangan sampe kau atau salah satu keluarga kau ada yang jadi korban boss, tindakan percobaan pembunuhan kau bilang kenakalan. Hebat betul statment kau boss







