Koma.id | Siak – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menginstruksikan jajaran kepolisian di wilayahnya untuk meningkatkan kepekaan terhadap krisis energi dan dinamika keamanan global. Dalam paparannya bertajuk “Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas” di Polres Siak, Selasa (21/04).
Irjen Pol Herry menekankan pentingnya efisiensi energi, penghematan BBM, serta penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN non-operasional.
Kebijakan WFH mulai berlaku setiap hari Rabu di lingkungan Polda Riau, menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Termasuk hemat BBM dan hemat listrik, dan itu harus disampaikan juga kepada keluarga,” ujar Herry.
Kapolda menyoroti dampak perang di Timur Tengah, termasuk ketegangan AS–Israel–Iran dan penutupan Selat Hormuz, yang berimbas pada kenaikan harga energi global. Menurutnya, Polri harus hadir sebagai stabilisator sosial di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat,” tegasnya.
Selain efisiensi energi, Kapolda juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat siklus Super El Nino yang diperkirakan terjadi pada Mei–Agustus. Ia meminta jajaran meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem peringatan dini bersama TNI dan pemerintah daerah.
“Embung kita perbanyak. Sampai saat ini di Provinsi Riau ada 1.102 embung, menara sebanyak 300-an yang dibuat perusahaan konsesi,” jelasnya.
Irjen Herry juga menekankan peran Bhabinkamtibmas dalam deteksi dini dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Ia meminta personel aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Potensi karhutla harus kita antisipasi sejak awal. Ini bagian dari komitmen kita menjaga keadilan ekologi,” pungkasnya.








